Garut – Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Selasa (2/4/2025) sore. Hingga Rabu (3/4/2025) pagi, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban.
Menurut keterangan dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung, kejadian bermula saat korban bersama keluarganya tengah berlibur di pantai tersebut. Korban yang sedang bermain di tepi pantai tiba-tiba dihantam ombak besar dan terseret ke tengah laut. Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan menjadi sulit.
Upaya Pencarian oleh Tim Gabungan
Setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud Polres Garut, BPBD, serta relawan segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang garis pantai dan melakukan patroli laut menggunakan perahu karet serta drone pemantau.
Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah, menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi tantangan dalam operasi pencarian ini. “Gelombang di Pantai Sayang Heulang cukup tinggi, mencapai 2 hingga 3 meter, sehingga menyulitkan tim untuk melakukan pencarian lebih jauh ke tengah laut. Kami tetap berupaya maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” ujar Deden.
Selain menyisir laut, tim pencari juga melakukan pemantauan dari darat dengan harapan korban ditemukan terdampar di sekitar area pesisir. Pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari sesuai dengan standar operasional pencarian korban hilang di perairan.
Pantai Sayang Heulang Dikenal Rawan Ombak Besar
Pantai Sayang Heulang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Garut Selatan. Namun, kawasan ini juga dikenal memiliki ombak besar dan arus bawah laut yang kuat, terutama saat musim angin barat. Beberapa kejadian wisatawan terseret ombak telah terjadi sebelumnya di pantai ini, meskipun pihak pengelola telah memasang sejumlah peringatan larangan berenang.
Kapolsek Pameungpeuk, AKP Rudi Hartono, mengingatkan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat berlibur ke pantai. “Kami selalu mengimbau agar wisatawan tidak berenang di area yang telah ditandai sebagai zona berbahaya. Ombak di pantai selatan Jawa, termasuk di Sayang Heulang, bisa sangat tidak terduga dan berbahaya,” katanya.
Harapan dan Dukungan Keluarga
Keluarga korban hingga saat ini masih menunggu dengan cemas perkembangan pencarian. Ibu korban, dengan wajah penuh harap, memohon doa agar anaknya segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sejumlah warga dan relawan juga turut memberikan dukungan moral serta membantu tim SAR dalam upaya pencarian.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Garut, untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pencarian terhadap korban akan terus dilakukan dan perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan oleh tim SAR di lapangan.