Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta kepada Presiden Direktur PT Maspion Group, Ali Markus, untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan perusahaan tersebut, terutama di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan. Pernyataan ini disampaikan Khofifah setelah mendengar kabar bahwa perusahaan manufaktur besar tersebut tengah menghadapi tekanan akibat fluktuasi ekonomi global yang mempengaruhi kinerja mereka.
Maspion Group, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan besar di Indonesia dengan berbagai lini usaha, termasuk produk elektronik, rumah tangga, dan bahan bangunan, dilaporkan sedang berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang tidak menentu. Salah satu langkah yang sempat dipertimbangkan oleh manajemen adalah pengurangan jumlah karyawan sebagai upaya efisiensi.
Namun, Khofifah, dalam pertemuan yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, mengingatkan bahwa masa sulit bukanlah alasan untuk mengorbankan kesejahteraan pekerja, terutama di tengah krisis ekonomi yang turut mempengaruhi banyak sektor. Ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah, serta mendukung pemulihan ekonomi yang inklusif.
“Keputusan untuk mengurangi jumlah pekerja adalah langkah yang sangat berat, dan kami sangat berharap PT Maspion dapat mempertimbangkan solusi alternatif lain. Karyawan adalah aset berharga, dan dalam situasi seperti ini, kita harus berusaha untuk melindungi mereka, bukan justru menambah beban sosial,” ujar Khofifah dalam pernyataannya.
Alternatif Solusi: Restrukturisasi Tanpa PHK
Khofifah menyarankan agar pihak manajemen Maspion mencari alternatif solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi, seperti melalui program restrukturisasi internal, pengurangan jam kerja, atau bahkan opsi pemotongan gaji secara sementara. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi solusi win-win bagi kedua belah pihak tanpa harus mengorbankan keberlangsungan pekerjaan karyawan.
“Saya yakin, dengan kerjasama yang baik antara manajemen dan pekerja, perusahaan bisa menemukan jalan tengah yang tidak merugikan kedua belah pihak. Kami siap membantu dengan memberikan dukungan melalui program-program pemerintah yang bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi di tingkat lokal,” tambahnya.
Di sisi lain, Khofifah juga mendorong perusahaan besar seperti Maspion untuk berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan ekonomi daerah, dengan memberikan peluang kerja baru dan memperkuat sektor industri yang bisa menopang perekonomian di Jawa Timur.
Ali Markus Respon Positif Seruan Khofifah
Menanggapi seruan Gubernur Khofifah, Ali Markus, Presiden Direktur PT Maspion Group, menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki niat untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan secara massal. Ia mengakui bahwa perusahaan memang tengah menghadapi beberapa tantangan berat akibat dampak krisis global, namun pihaknya berkomitmen untuk mencari solusi terbaik bagi karyawan.
“Kami memahami betul pentingnya kesejahteraan karyawan. Kami sangat menghargai setiap masukan yang disampaikan Ibu Gubernur. Kami akan terus berupaya mencari cara-cara yang lebih efektif untuk menjaga agar perusahaan tetap berjalan tanpa harus menambah beban sosial di masyarakat,” ungkap Ali Markus.
Ali juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder lainnya untuk mencari solusi yang lebih kreatif dan inklusif, agar dapat bertahan di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Peran Perusahaan dalam Menjaga Kestabilan Sosial
Langkah Khofifah untuk mendorong perusahaan-perusahaan besar agar mempertimbangkan nasib karyawan di tengah krisis ini bukan tanpa alasan. Sebagai gubernur, ia menyadari betul bahwa sektor industri besar di Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung stabilitas sosial. Dengan lebih dari 1.000 perusahaan besar dan menengah yang beroperasi di provinsi ini, kehilangan pekerjaan massal dapat berdampak signifikan pada tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Oleh karena itu, Khofifah menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada pekerja tanpa mengesampingkan kelangsungan perusahaan. Ia juga mengajak pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mencari solusi yang tidak hanya mengutamakan keuntungan jangka pendek, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
“Perusahaan besar harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman dan krisis yang terjadi, tetapi itu tidak berarti harus mengorbankan masa depan para pekerja. Kita harus mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak,” pungkas Khofifah.
Penutup
Pernyataan Khofifah dan respons positif dari Ali Markus menunjukkan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta untuk mengatasi tantangan ekonomi. Ke depannya, diharapkan akan ada lebih banyak inisiatif yang mendukung pemulihan ekonomi yang inklusif, di mana kesejahteraan pekerja tetap menjadi prioritas utama. Tentu saja, ini bukan hanya menjadi tantangan bagi perusahaan, tetapi juga bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.
4o