Mojokerto – Akibat longsor yang terjadi di jalur Pacet, Kabupaten Mojokerto, akses menuju Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo terpaksa ditutup sementara. Peristiwa ini mengakibatkan material longsoran menutupi sebagian besar jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan dan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan tersebut.
Kronologi Kejadian
Longsor terjadi pada Selasa (2/4) sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan Pacet sejak siang hari. Tanah yang labil akibat curah hujan tinggi menyebabkan tebing di sisi jalan runtuh, membawa material berupa tanah, batu, dan pohon tumbang yang menutupi badan jalan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Penutupan Akses Wisata
Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan pengunjung, pihak pengelola Tahura Raden Soerjo bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto memutuskan untuk menutup sementara akses wisata ke kawasan tersebut. Penutupan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, menunggu proses pembersihan material longsor dan memastikan kondisi jalan aman untuk dilalui.
Upaya Penanganan
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto, Dinas Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Alat berat diturunkan guna mempercepat proses pembersihan. Kepala BPBD Mojokerto, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar akses jalan dapat segera dibuka kembali.
“Kami bekerja keras untuk membersihkan material longsor dan memastikan tidak ada potensi longsor susulan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Budi.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk sementara waktu menunda kunjungan ke Tahura Raden Soerjo hingga situasi dinyatakan aman. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, mengingat potensi longsor masih dapat terjadi di daerah rawan.
Penutupan sementara ini diharapkan dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan semua pihak. Pihak berwenang akan memberikan informasi lebih lanjut terkait perkembangan situasi dan pembukaan kembali akses wisata setelah kondisi dinyatakan aman.