Gaza kembali dilanda ketegangan setelah serangan drone Israel menewaskan lima warga Palestina yang tengah bersiap untuk berbuka puasa. Serangan yang terjadi pada Senin (18/3) ini menambah daftar panjang korban konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Kronologi Serangan
Menurut laporan saksi mata dan otoritas setempat, serangan udara tersebut menghantam sebuah permukiman di Gaza saat warga tengah mempersiapkan hidangan berbuka puasa. Ledakan hebat terdengar di kawasan tersebut, menyebabkan kepanikan dan kepedihan bagi keluarga korban.
“Serangan itu datang tiba-tiba. Kami sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa ketika ledakan terjadi,” ujar seorang warga yang selamat dari insiden tersebut.
Petugas medis yang berada di lokasi mengonfirmasi bahwa lima orang tewas akibat serangan ini, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Respons Palestina dan Israel
Pemerintah Palestina mengutuk keras serangan ini dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak manusiawi, terlebih terjadi saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa. “Serangan ini kembali menunjukkan kekejaman yang terus dialami rakyat Palestina setiap hari,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza.
Sementara itu, pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan ini. Namun, militer Israel sebelumnya sering kali mengklaim bahwa serangan udara mereka ditujukan untuk menargetkan kelompok militan yang dianggap sebagai ancaman keamanan.
Ketegangan yang Terus Meningkat
Ketegangan di Gaza terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Serangan udara dan aksi balasan dari kedua pihak telah menyebabkan korban jiwa yang terus bertambah, termasuk warga sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran.
Komunitas internasional pun kembali menyerukan gencatan senjata dan solusi damai untuk mengakhiri kekerasan yang tak kunjung usai. Namun, hingga saat ini, belum ada langkah nyata yang dapat meredakan konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Serangan terbaru ini menjadi pengingat akan dampak tragis yang ditimbulkan oleh konflik berkepanjangan, terutama bagi warga sipil yang selalu menjadi korban di tengah ketidakstabilan politik dan militer di kawasan tersebut.